Belajarlah lebih banyak dari apa yang dilihat dan dirasakan

Asrama Putra kembali memulai agenda nonton bareng di Asrama. Pemutaran film pertama dilakukan di Mushalla Asrama tanggal 21 Februari setelah shalat Isya.adrian

Film yang diputar untuk pertemuan pertama adalah Film Kun Fa Yakun. Film ini bercerita tentang sebuah keluarga miskin yang biaya kebutuhan hidupnya berasal dari hasil menjual kaca, keliling kampung dengan menggunakan gerobak. Kondisi hidup mereka sangat pas-pasan. Tidak ada makanan enak, hanya nasi dan sayur, itupun tidak cukup untuk semua. Sehingga sang bapak hanya makan singkong rebus, sementara sang ibu memakan nasi-nasi yang menempel dimangkok. Meskipun begitu mereka tetap yakin akan pertolongan Allah. Hingga suatu hari kondisi mereka benar-benar berubah. KUN FA YAKUN, ketika Allah telah berkehendak merubah seseorang maka cukuplah Ia hanya mengatakan “jadilah” maka jadilah.

Semuanya bisa dirubah oleh Allah, semua berada dalam kendalinya. Maka jangan pernah kita berputus asa terhadap rahmat Allah.. Jangan Pernah

Pemutan film kedua dilaksanakan sabtu tanggal 28 Februari, masih tetap di Mushalla Asrama Putra. Film ANT BULLY. Film ini menceritakan seorang anak laki-laki yang kemudian disihir menjadi sekecil semut dan kemudian ditawan oleh semut. Disana, di dalam koloni semut anak tadi belajar akan banyak hal, tentang pentingnya kerjasama ketika hidup berkelompok, semangat yang pantang surut, keyakinan diri.. yang pasti, film ini sungguh memotivasi. Film ini hendak mengatakan bahwa kita sebenarnya hebat tapi kita jarang menyadarinya, ada kekuatan tersembunyi di dalam diri kita.

Alhamdulillah pada pertemuan kedua ini, infokusnya tidak lagi bermasalah. Padahal dulu ketika pertemuan pertama saat pemutaran Film KUN FA YAKUN, infokusnya sempat mati beberapa kali disaat film sedang diputar, dan membuat kecewa penonton..

Insyaallah minggu depan akan dilanjutkan

Film CINDERELLA MAN. Film ini berangkat dari kisah nyata di Inggris, disaat kondisi perekonomian begitu sulit. Kisah perjuangan mantan seorang petinju untuk membiayai kehidupan keluarganya. Dulu ia petinju terkenal, tapi kemudian bangkrut. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup,untuk anak-anaknya, ia bekerja menjadi kuli tidak tetap. Hari ini bekerja, besok belum tentu mendapatkan kerja lagi.Hingga suatu hari ada tawaran untuk naik ring lagi, sebagai petinju bayaran. Dari sinilah dimulai, perjuangan mati-matian untuk keluarga tercinta.

Mungkin perjuangan berat yang dilakukannya juga sama seperti yang Ayah kita lakukan, semua untuk kita.

Iklan