Pagi minggu tanggal 15 maret, ruangan PKM Lantai 1 mulai dipadati oleh mahasiswa-mahasiswa asrama. Hari itu ada agenda peringatan kelahiran Rasulullah dengan tema “kita bangkitkan semangat untuk mentauladani kepribadian Rasulullah. Rangkaian acaranya terdiri dari Taujih, lomba nasyid dan lomba membuat serta membaca sirah.
Pukul 09:30 dua orang MC , kuliman dan miftah, mulai membuka acara. Pembacaan ayat suci Alquran menjadi agenda pertama yang dibacakan oleh Danang. Setelah itu dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ketua Panitia, Micko Thomas dan Ketua Pengelola Asrama Bapak Rusmana Ningrat. Dalam kata sambutannya Pak Os mengatakan bahwa acara ini jangan dijadikan tradisi tahunan tanpa ruh dan jiwa.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian taujih oleh Ust. Heri Bachrizal Tanjung, tentang “Cahaya Rasulullah”, Taujih ini mengupas dan menyingkap 6 sisi akhlak mulia Rasulullah, yaitu kasih sayang, berani, kreatif, cerdas, disiplin dan menjadi teladan. Karena teknik penyampaian yang sangat interaktif membuat seluruh peserta begitu antusias mendengarkan apalagi ustadz juga menyelinginya dengan humor-humor segar. Hingga tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat.
Memasuki agenda berikutnya, peserta acara mulai heboh, Karena ini menjadi ajang yang dinanti-nantikan; Perlombaan Nasyid dan Baca Sirah. Tampil untuk pertama kali tim nasyid TINTA dari asrama putra, yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah oleh seluruh ‘penonton’. Ternyata pendukungnya tidak hanya dari asrama putra saja tetapi juga dari asrama putri, bahkan justru lebih banyak dari asrama putri. Sebelum penampilan tim nasyid berikutnya, acara diselingi dengan pembacaan sirah. Para peserta yang mengikuti lomba baca sirah adalah: Zefnita, Alam, kuliman, putri, risa, winda dan fitri.
Tim nasyid kedua yang tampil adalah tim nasyid dari asrama putri. Inilah tim nasyid paling heboh dan kocak. Sangat beda dengan tim sebelumnya yang penuh penghayatan. Ketika maju kedepan mereka membawa satu buah gitar. MC yang melihat itu segera mengatur posisi microfon untuk digunakan oleh gitaris. Tapi sang gitaris malah bilang “gue bukan mau main gitar koq”. MC jadi bingung, jadi gitarnya untuk apa? Barulah ketahuan ketika diminta untuk mulai ber nasyid, ternyata gitar tadi bukan untuk dipetik, melainkan ditabuh bagian belakangnya, seperti halnya rebana. Tentu saja hal ini membuat gelak tawa semua yang melihat. Tidak hanya itu, mereka juga sangat kreatif untuk membuat lagu pembuka dan penutup dengan cengkok yang agak nge-dangdut.
Tim nasyid yang tampil ketiga adalah tim nasyid BENING dari asrama putra, hanya terdiri dari dua orang saja. Luar biasa, permainan akustik dan lagu Bulan Bintang nya Saujana, sanggup membius seluruh peserta, sepertinya tidak ada HP Kamera yang tidak merekam penampilan mereka.
Selain dua perlombaan itu, juga ada pembacaan puisi oleh Putri. Sangat menyentuh dan menggetarkan. Banyak air mata di ruangan itu yang menggenang, karena tersentuh akan hentakan puisinya. Menyeret-nyeret kesadaran kita. Sebelum berakhirnya acara, Zeni juga tampil untuk membacakan puisi. Tiap katanya menyentuh, membuat getar lembut di dada bagi yang mendengar.
Diakhir acara, inilah saat-saat yang menegangkan bagi para peserta lomba karena dewan juri akan mengumumkan nama para pemenang. Bang Rahmat yang mewakili bang deng dan kak fitri dari dewan juri lomba nasyid mengumumkan nama para pemenang. Juara 1 lomba nasyid adalah Tim Nasyid TINTA, Juara 2 BENING dan Juara 3 RUSMA. Sedangkan para pemenang lomba baca sirah di umumkan oleh Bang Adrian yang mewakili kak ilen dan kak atna dari dewan juri lomba. Maka diberikanlah penghargaan juara 1 untuk Alam Nur, Juara 2 Fitri dan Juara 3 Kuliman.
Setelah penyerahan hadiah dan sertifikat untuk para pemenang, acara pun ditutup oleh MC, Kuliman dan Miftah. Kuliman di sela-sela acara pernah berkata, “acara ini kayak ESQ saja, kadang nangis kadang tertawa”. Menangis karena puisi dan sirah yang menggetarkan dan tertawa karena episode-episode lucu, seperti halnya, tim nasyid putri.

Iklan